Selasa, 13 Agustus 2019

BEBAS DARI PORNOGRAFI

“Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,” (Galatia 5:19)

Hati-hati, para pelanggar kekudusan bukan hanya dilakukan mereka yang di luar aktivitas gerejawi, tetapi banyak juga yang berada di dalam ‘Bait Allah’.  Menjadi seorang pelayan Tuhan tidak membuat kita istimewa dan kebal hukum Tuhan sehingga kita menganggap dapat hidup seenaknya dalam dosa karena menganggap kasih karunia-Nya akan menutupi dosa kita.

Seorang pemimpin pujian mengaku bahwa dirinya kecanduan pornografi, dan setiap kali akan  bertugas memimpin pujian, ia mulai “membereskan dirinya” agar layak memimpin pujian di panggung gereja.  Kita semua harus menyadari adanya bahaya yang mengancam generasi kita hari ini, yaitu hati yang condong kepada dosa.

Ini bukan barang baru. Dari dulu cobaan itu selalu ada, meskipun sekarang teknologi informasi semakin memudahkannya, namun bukan itu yang utama yang membuat orang berdosa, melainkan hati yang tidak tulus mengasihi Tuhan yaitu hati yang menjauh dari Tuhan.

Bukan hanya staf di kantor google yang tahu kalau banyak pendeta dan pelayan gereja suka membuka situs porno, tapi Tuhan dan para malaikat serta setan-setan juga tahu. Seorang operator internet di sebuah hotel di Sydney juga melaporkan adanya tamu-tamu, yang nota bene adalah Pendeta, mengakses tontonan berbau pornografi dari televisi di kamar tempat mereka menginap. Betapa bahayanya jiwa kita bila kita masih mengizinkan diri kita sendiri tercebur ke dalam dosa hawa nafsu oleh mata.

Kecanduan pornografi telah menjadi salah satu penyakit yang menjadi perhatian pemerintah-pemerintah di dunia. Dunia ini sedang sakit, gereja sedang sakit, dan jemaat juga sedang sakit. Mari datang pada Tuhan dan tanggalkan dosa-dosa. Mulai hari ini, jadilah bebas dari candu pornografi.  [BT]