Selasa, 16 April 2019

 

MEMBURU HARTA KARUN

“Jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan akan Allah.” (Amsal 2: 4-5)

Selama lebih dari tiga puluh tahun, arkeolog Howard Carter menelusuri padang gurun di Mesir untuk mencari makam Raja Tutankhamen, sesuatu yang banyak orang pikir tidak ada. Kebanyakan ahli percaya bahwa semua situs purbakala di Lembah Para Raja sudah habis ditemukan. Tetapi Carter bersikeras melanjutkan pencariannya. Akhirnya setelah lima tahun berlalu tanpa hasil, Lord Carnarvon dari Inggris –yang menjadi sponsor Carter– menyatakan akan berhenti mendanai misi pencarian.

Namun saat akan berakhir masa kerjanya pada November 1922, Carter menemukan sebuah tangga tersembunyi di dekat makam Ramses VI. Dia mengirim berita ke Inggris yang bunyinya, “Akhirnya kami telah membuat penemuan luar biasa di Lembah; sebuah makam megah dengan segel yang utuh.”

Carter memang telah menemukan makam Raja Tut, salah satu harta arkeologis terbesar yang pernah ditemukan. Setelah berbulan-bulan bekerja dengan cermat, harta emas makam tersebut didata dan mumi kerajaan yang utuh pertama yang pernah ditemukan, dipindahkan dari tempat di mana ia telah tersembunyi selama lebih dari 3.000 tahun.

Pencarian Carter didorong oleh keyakinannya yang kuat bahwa ada harta karun yang dapat ditemukan, meskipun ia tidak dapat memastikan bahwa ia benar. Namun tidak seperti Carter, kita sebagai orang memiliki jaminan mutlak akan hasil kesuksesan dan upah yang besar jika kita mencari hikmat Tuhan.

Sobat NK, Alkitab menegaskan kepastian akan janji itu: jika kita menerima Firman Tuhan, jika kita menyerukannya dan mencarinya seperti yang dilakukan pemburu harta karun untuk logam mulia, kita pasti akan menemukan apa yang kita cari. Mengalami hikmat Tuhan akan menuntun kita menemukan kehendak-Nya. Dan percayalah, Kehendak Tuhan itu selalu yang terbaik bagi kita. [SM]