Selasa, 21 April 2015

GEMA

Karena itu semua yang baik…yang sedap……….(Filipi 4:8)

Seorang guru membawa salah satu muridnya berjalan di daerah pegunungan. Tiba-tiba murid itu jatuh dan ia pun berteriak, “Aduuh….” Tiba-tiba terdengar suara yang sama, “Aduuuuuh….” Karena anak ini ingin tahu, dia berteriak dan bertanya, Siapa kamu? Ia menerima jawaban, “Siapa kamuuuuuuuu?” Karena jawaban itu, marahlah anak itu dan berkata, “Kamu pengecut!” Ia mendapat jawaban yang sama pula, “Kamu pengecuuuuut!!!”

Dalam kebingungan, ia memandang dan bertanya kepada gurunya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Gurunya tak banyak memberi penjelasan teoritis. Ia hanya meminta muridnya itu memberi perhatian akan apa yang akan dilakukannya.

Kemudian sang guru berteriak, “Aku mengagumimu…” Dan ada suara menyahut dari tebing gunung itu kembali, “Aku mengagumimu…” Berikutnya guru itu berteriak lagi, “Kamu orang baiiikkk….” dan ada balasan teriakan, “Kamu orang baiiikkk….” Akhirnya anak itu mengerti bahwa itu adalah gema dari suara yang dia dan gurunya teriakkan di gunung itu.
Hal inipun berlaku bagi kita dalam segala segi kehidupan kita ini. Hukum alam dan hukum roh mengajarkan bahwa ada tabur-tuai. Kehidupan kita bukanlah suatu kebetulan, tetapi sering merupakan pantulan dari aksi kita pada masa lalu yang kemudian kita terima pada masa kini.

Ini yang sering kita alami, apa yang kita katakan pada masa lalu, berbalik menimpa kita pada masa kini. Kecurangan yang kita tabur pada masa lalu, sekarang berbalik menyerang kita. Demikian pula dengan hal-hal yang positif, kita juga seperti mengalaminya kembali. dulu menolong, sekarang ditolong. Dulu meberi, sekarang kita diberi.

Kiranya ilustrasi sederhana itu menyadarkan setiap kita untuk melakukan sesuatu yang berkenan kepada Allah, sehingga kelak kita akan menuai segala hal yang baik dan berkenan pula. [LG]

Tuhan, ajar aku untuk melakukan sesuatu yang berkenan kepada Allah, sehingga kelak hidupku akan menuai segala hal yang baik dan berkenan. Amin.