Selasa, 26 November 2019

TRIWIRA
“Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa Tuhan, Allahmu, DialahAllah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian
dan kasih setiaNya terhadap orang yang kasih kepadaNya dan berpegang pada perintahNya sampai kepada beribu-
ribu keturunan.” (Ulangan 7:9)
Gua Adulam. Daud dan pasukannya berkemah di daerah itu. Mereka menghindar dari Saul dan pasukannya. Sore itu
Daud sedang berbincang dengan Isybaal, Eleazar dan Sama. Timbullah dalam hati Daud keinginan untuk minum air dari perigi
Betlehem. Terbayang betapa segar air yang keluar dari sumur itu. Memuaskan dahaga setiap orang yang meminumnya. Namun
seketika Daud sadar, keinginan itu bisa berakibat maut karena pasukan Saul sedang berkemah di Betlehem. Tidak mungkin ia dan
pengikutnya bisa masuk dengan bebas kesana.
Tapi hasrat itu pun akhirnya diutarakan Daud. “Aku teringat akan segarnya air dari perigi Betlehem” demikian kata Daud
kepada para triwira. Sang perwira saling berpandangan kebingungan mencari cara bagaimana memenuhi keinginan sang raja.
Malam itu ketiga pahlawan Daud berunding. “Aku rasa kita harus memenuhi keinginan sang Raja” Isybaal berkata kepada dua
rekannya. “Tapi bagaimana caranya? Pergi ke Betlehem berarti menyerahkan nyawa kita kepada Saul” Eleazar menjawab.
“Jangan takut, kita bisa menyamar kesana” Setelah semalaman mereka berunding, akhirnya sepakat untuk menyamar.
Keesokan harinya tampaklah para triwira itu membawa sebuah kendi berisi penuh air. Daud bertanya “Dari manakah
kalian, dan apa yang kalian bawa itu”. Jawab Isybaal “Tuanku, kami membawakan air segar dari perigi Betlehem, minumlah dan
segarkan dirimu”. Mendengar itu, Daud terkejut tak menyangka para pahlawan itu rela membahayakan diri mereka untuknya. “Oh
Tuhan, Allah Israel, betapa besar kesetiaan kalian, aku tidak akan meminum air ini. Ini terlalu berharga. Air ini senilai nyawa yang
kalian bahayakan. Aku akan mempersembahkan ini kepada Tuhan sebagai ucapan syukur yang begitu dalam karena
kesetiaanmu”.
Loyal dan rela berkorban, dua karakter yang ditunjukan oleh para triwira Daud. Mereka taat dan patuh kepada pemimpin
yang diurapi Allah. Sifat-sifat inilah juga yang ditunjukan Yesus terhadap Allah Bapa. Yesus patuh akan rencana salib untuk
dirinya, meskipun menjalaninya sangatlah tidak mudah. Teladanilah loyal dan rela berkorban terhadap setiap orang yang diurapi
Allah menjadi pemimpin kita. [DMP]