Selasa, 27 November 2018

 

Johny Johny Yes Papa

“Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan.”(Efesus 6:4)

Sebuah lagu yang sederhana berjudul “Johny Johny Yes Papa” menjadi begitu populer di kalangan anak-anak di dunia sejak diupload di youtube pada tahun 2014. Sebagian orang mengatakan bahwa lagu ini berasal dari Afrika. Tapi lagu ini diyakini berasal dari India dan merupakan lagu lama,  sudah ada sejak kurang lebih 60 tahun lalu, dan sering dinyanyikan oleh orang-orang India pada saat masa kecil mereka.

Lirik lagu “Johny Johny Yes Papa” berisi kisah sederhana dimana seorang ayah mendapati anaknya berbohong telah memakan gula. Mengapa anaknya suka makan gula, memang tidak dijelaskan. Sering memakan gula tentu tidak baik bagi kesehatan, itu sebabnya sang ayah berusaha untuk mencegah Johny memakan gula. Namun, itu rupanya sudah jadi kebiasaan Johny sehingga ia  juga biasa berbohong.

Dari lagu anak ini, kita dapat membuat sebuah refleksi tentang bagaimana seharusnya hubungan antara ayah dan anak. Lagu ini terkesan lucu, tapi dibalik kelucuannya juga ada nilai yang perlu kita jadikan pembelajaran, khususnya dalam mendidik anak dalam hal rohani.

Mendidik anak untuk takut akan Tuhan harus dilakukan oleh setiap orangtua. Peranan ayah dan ibu sangatlah penting untuk membuat anak menjadi pribadi yang mengasihi Tuhan, melalui teladan hidup yang baik.

Dalam ayat di atas disebutkan agar para ayah mendidik anak dalam ajaran dan nasihat Tuhan, tanpa membuat mereka marah. Bagaimana caranya? Caranya ialah dengan mendidik mereka dalam kasih.  Dengan mengasihi mereka, seorang ayah akan sabar dalam membimbing anak, agar memiliki sikap dan kebiasaan hidup yang baik dan berkenan pada Tuhan.  Jangan memarahi mereka secara kasar atau yang membuat mereka menyimpan amarah dan melawan. Ayah hendaknya dapat memberikan penjelasan dengan sikap yang menghargai bukan otoriter.  Seorang ayah harus dapat menuntun dan merangkul anak dengan kasih sehingga hati anak akan dipenuhi kasih sehingga dengan rela hati ia mau melakukan firman Tuhan. [BT]