Selasa, 28 Juli 2020

MANIS DAN PAHIT

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah” (Roma 8:28)

Arthur Ashe adalah sosok petenis legendaris keturunan kulit hitam asal Amerika yang mencetak sejarah kemenangan di Grand Slam; Amerika Open (1968), Australia Open (1970) dan Wimbledon (1975). Pada tahun 1979 Arthur terkena serangan jantung dan mengharuskannya menjalani dua kali operasi. Bukannya sembuh, Arthur malah divonis terinfeksi HIV melalui transfusi darah akibat operasinya.

Setiap orang yang mengalami hal serupa tentu akan mempersalahkan Tuhan atas ujian berat yang datang menghampiri. Tetapi Arthur berbeda. Saat seorang penggemar menulis surat padanya dan bertanya, “Mengapa Tuhan memilihmu untuk menderita penyakit itu?”.

Ia pun menjawab dengan positif, “Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis, di antaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis, 500 ribu belajar menjadi pemain tenis profesional, 50 ribu datang ke arena bertanding, 5.000 mencapai turnamen Grand Slam, 50 orang berhasil sampai ke Wimbledon. Dua orang berlaga di final dan ketika saya menjadi juaranya, saya tidak pernah bertanya kenapa Tuhan, “Mengapa saya?” Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan, “Mengapa saya?”

Seperti Ayub yang bisa menerima hal yang baik dan yang buruk dari Tuhan, Arthur juga menyatakan hal yang sama. Arthur bisa bersikap tetap positif walaupun menghadapi situasi yang sulit karena beriman kepada Tuhan bahwa Dia terlibat dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi Arthur.

Sahabat, di dalam kehidupan, kita pun tidak terlepas dari yang namanya kesulitan dan pergumulan. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana respon dan sikap kita dalam menghadapi kesulitan dan pergumulan hidup. Apakah kita akan berespon negatif dan marah kepada Tuhan atau kita memilih untuk berespon positif karena beriman bahwa Tuhan sudah merancangkan masa depan yang penuh harapan bagi umat-Nya? (Yer. 29:11). Pilihannya ada di tangan kita. Sebagai orang percaya, seharusnya kita juga memilih untuk bersikap positif dalam berbagai kesulitan dan tekanan hidup. [FP]