Selasa, 3 Desember 2019

ADA TUHAN DALAM KEGELAPAN
“Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud,
karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya..”
(Matius 15 : 23a)
Benedict berusia hampir 2 tahun ketika terdeteksi kehilangan pendengaran. Reaksi kami pada awalnya tentu saja adalah
kaget, tidak percaya, dan tidak bisa menerima kenyataan. Kami kecewa, kami menangis, kami memohon-mohon mukjizat kepada
Tuhan. Tapi tidak ada sesuatu yang terjadi. Benedict tetap tuli. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan. Kami tidak punya
pengalaman dengan hal-hal semacam ini. Lalu saya mendengar kabar bahwa seorang teman SMA saya memiliki seorang anak
yang tuli, meski saya tidak tahu kepastiannya. Kemudian, meski sudah bertahun-tahun tidak pernah ada kontak sama sekali, saya
memberanikan diri mencari nomor kontaknya dan mengirimkan SMS kepadanya. Tidak disangka, teman lama saya begitu antusias
menghubungi saya dan memberi banyak masukan, pandangan dan pendapat mengenai situasi yang kami hadapi. Singkat cerita,
kami dibanjiri dengan begitu banyak informasi dan kesadaran bahwa kami tidak sendirian, itu cukup melegakan : ada orang lain
yang kami kenal yang juga ternyata menghadapi hal yang sama.
Ketika Abraham harus membawa Ishak ke tempat pengorbanan, Tuhan tampaknya jauh dan tidak peduli. Secara
manusiawi, tentulah Abraham tidak semudah itu menjalani pendakian gunung untuk membunuh anaknya sendiri. Saya pikir,
Abraham juga mungkin berjalan sambil terus mendengar-dengar barangkali tiba-tiba ada suara Tuhan yang akan
menghentikannya di tengah perjalanan. Namun Tuhan tetap tidak berbicara sampai saat-saat terakhir sebelum Abraham hampir
membunuh Ishak di atas mezbah. Tuhan tampak diam, tapi ternyata Tuhan sudah merencanakan semuanya sejak awal.
Saya melihat betapa dahsyat dan hebatnya rancangan Tuhan. Tuhan tahu bahwa keluarga kami akan membutuhkan
pertolongan di masa kini. Oleh karena itu, lebih dari 25 tahun yang lalu Tuhan telah mempersiapkan pertolongan-Nya dengan
memperkenalkan saya dengan teman SMA saya itu. Ketika Tuhan tampaknya diam, Dia telah bekerja jauh melebihi apa yang kita
pernah pikirkan. [RH]