Selasa, 30 April 2019

 

luas tanah yang dibutuhkan

“Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.” (I Timotius 6:9 )

Paholk, seorang petani Rusia mendengar kabar bahwa Bangsa Bashkir tidak menghargai tanah. Ia ingin mencoba peruntungan di sana. Setelah berminggu-mingu berjalan. Sampailah ia di tengah perkampungan bangsa itu. Lalu berkata pada kepala suku, tentang keinginannya memiliki dan membeli tanah di sana. “Pilihlah tanah yang kau sukai,” kata kepala suku itu acuh tak acuh. “Harganya hanya 1000 rubel.” “Berapa luas tanahnya?” tanya Paholk. “Luas atau tidak, harganya sama,” timpal si Kepala Suku.

Akhirnya, tercapai persetujuan. Luas tanah itu harus dapat dikelilingi Paholk dalam satu hari. Mulai matahari terbit hingga matahari terbenam. Keesokan harinya Paholk sesegera mungkin berangkat. Ia tidak berhenti sampai jarak 3 mil dimana matahari telah tinggi sehingga punggungnya panas. Tengah hari ia berhasrat pulang. Namun, makin jauh ia berjalan tanah semakin subur. Terdapat pula sungai kecil jernih yang diinginkannya. Ada pula lembah yang subur cocok untuk menanam kapas. Pada suatu tempat. Saat sinar matahari bertambah panas dan persediaan air menipis. Ia ingin balik ke kelompok bangsa Bashkir. Namun, tanah itu tentu tak akan membentuk sebuah lingkaran. Tidak, aku harus memiliki tanah itu. Berbentuk sebuah lingkaran. Ia akan kaya melebihi cita-citanya.

Akhirnya, ia berbalik pulang. Tapi jalan pulang sangat sulit ditempuh. Nafasnya terengah-engah. Jantungnya berdetak kencang. Lidahnya melekat ke langit-langit mulutnya. Namun, ia tak berani istirahat. Matahari telah merendah di ufuk barat. Merendah dengan cepatnya. Dikumpulkannya seluruh tenaga yang tersisa. Berlari sejauh ratusan meter mencapai titik awal lalu jatuh tidak bergerak .

Bangsa Bashkir menengadahkan tubuh Paholk. Matanya terbuka dan menatap ke depan. Ia telah mati. Mereka menggali lubang kuburan Paholk sepanjang enam kaki (2 Meter). Bukankah hanya sekian tanah yang dibutuhkan oleh seseorang? (Leo Tolstoy 1828-1910)

Kita seringkali memiliki perasaan untuk memiliki harta yang banyak tanpa memedulikan cara dan harga yang harus dibayarkan. Padahal kebanyakan setelah memperoleh harta materi itu, tidak juga membuat jiwa kita merasa kaya. [RT]