Selasa, 30 Juni 2020

RANGKULAN PERSAUDARAAN

“…dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang.” (2 Petrus 1:7)

4 Februari 2020 silam, pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus dan Imam Besar dan Rektor Universitas Al Azhar, Kairo di Mesir, Ahmed Al-Tayeb saling berpelukan dan saling berciuman setelah menandatangani dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama. Dokumen tersebut juga ditandatangani oleh Perdana Menteri Uni Emirat Arab, Mohammed bin Rashid Al-Maktoum sebagai tuan rumah.

Paus Fransiskus mengatakan bahwa bahaya terbesar saat ini adalah pemusnahan penghancuran, perang, rasa benci di antara manusia. “Jika kita manusia beriman tidak dapat berjabat tangan, saling merangkul satu dengan lainnya, memberi ciuman, dan juga berdoa, maka iman kita akan dikalahkan,” kata Paus. Paus menjelaskan, dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama dilahirkan dari iman kepada Allah yang adalah Allah dari semua dan Allah dari perdamaian, mengutuk semua kehancuran, terorisme, dari peristiwa terorisme pertama dalam sejarah, yakni Kain yang menghabisi Habel.

Imam Besar Al-Tayeb menyatakan bahwa dokumen ini bersejarah dan menyerukan para pembuat kebijakan untuk menghentikan pertumpahan darah dan konflik. “Muslim harus melindungi saudaranya umat Kristen. Saya dengan saudaraku dan sahabat Paus Fransiskus bekerja melindungi semua komunitas,” kata Imam Besar Al-Tayeb seperti dikutip dari Arab News.

Persaudaraan warga dunia adalah sesuatu yang secara teoritis senantiasa diusahakan, tetapi yang juga lebih banyak gagal diwujudnyatakan. Banyak penyebabnya, salah satunya adalah merasa paling benar di hadapan Allah. Merasa paling berhak dikasihi Allah, sedangkan yang lain seharusnya dimurkai-Nya. Sikap menyerupai ekslusivitas bangsa Israel inilah yang membuat upaya merangkul kian jauh dari kenyataan.

Tentu kita tidak bisa merangkul semua orang, tetapi bisa berkontribusi positif dengan memulainya dari lingkaran pengaruh kita yang terdekat. Orang-orang di sekitar kita yang berbeda dengan kita dalam banyak hal tetaplah saudara kita dalam kemanusiaan. [JP]