Selasa, 5 November 2019

PEMUDA A DAN PEMUDA B
“Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di
hadapan orang-orang yang hina.“
( Amsal 22:29 )

Di sebuah perusahaan kontraktor membutuhkan 2 orang pegawai tambahan untuk menyelesaikan proyeknya. Diterima
lah 2 orang pemuda yang sebenarnya tidak berpengalaman sama sekali dengan proyek bangunan. Mereka mendapatkan dua
pekerjaan yang berbeda. Pemuda A mendapatkan tugas untuk mengerjakan pekerjaan kayu (kusen kayu dan pintu), dan pemuda
B mendapatkan tugas untuk mengaduk campuran semen dan pasir dan memasang bata.
Pemuda A berpikir kalau tugasnya lebih ringan dibanding temannya, tapi ternyata bangunan yang akan dibangun adalah
model rumah antik yang banyak menggunakan kayu dan ukiran kayu, hal ini tentunya di luar dugaan-nya. Tukang kayu senior
berusaha untuk mengajari si pemuda A untuk mengerjakan tugas perkayuan-nya. Tapi akhirnya dia putus asa dan mendatangi
temannya si pemuda B, yang ternyata dengan tekun mengaduk semen pasir dan memasang bata. Setelah pemuda A membujuk
Pemuda B agar bertukar pekerjaan, akhirnya pemuda B setuju.
Pemuda B juga diajari oleh tukang kayu senior untuk melakukan pahatan dan pekerjaan kayu untuk bangunan rumah
antik ini. Dan ternyata pemuda B melakukannya dengan sangat baik. Sang Mandor sangat penasaran siapa yang mengerjakan
pekerjaan pahatan kayu dengan baik ini, bertanya kepada pemuda B, bagaimana dia bisa bekerja dengan baik, tidak seperti
temannya yang berhenti di tengah jalan.
Pemuda B menjawab dengan rendah hati “Saya melakukan semuanya dengan tulus dan tidak meremehkan apa pun
pekerjaan yang saya terima dan yang menjadi kewajiban saya. Pekerjaan yang saya lakukan pasti ada faedahnya, maupun terlihat
kecil atau mudah“
Ternyata itu rahasia si pemuda B yang tekun, percaya bahwa tidak ada pekerjaan yang sia-sia jika dilakukan dengan
sungguh-sungguh. Itu yang menjadikan salah satu kunci seorang menjadi seorang melangkah maju dan mencapai keberhasilan.
[SE]