Selasa, 7 Agustus 2018

 

GURU

“Guru-guru palsu itu adalah seperti mata air yang kering,  seperti kabut yang dihalaukan taufan; bagi mereka  telah tersedia tempat dalam kegelapan yang paling dahsyat.” (2 Petrus 2:17)

Guru dalam tradisi Jawa merupakan akronim dari “digugu lan ditiru” (orang yang dipercaya dan diikuti), bukan hanya bertanggung jawab mengajar mata pelajaran yang menjadi tugasnya, melainkan lebih dari itu juga mendidik moral, etika, integritas, dan karakter. Jadi jelas peran seorang guru tidak terbatas hanya mengajar saja, tetapi bagaimana dia menjadi panutan dan teladan bagi setiap orang yang mengikutinya.

Peran lain seorang guru adalah menjadi pemimpin yang melahirkan pemimpin berikutnya untuk meneruskan apa yang telah diajarkan dan diteladankan dalam kehidupannya. Untuk menjadi pemimpin seorang harus dapat menjadi inspirasi bagi setiap pengikutnya, bukan hanya pandai dalam retorika semata tetapi lebih lagi harus dapat memberikan keteladanan hidup yang menginspirasi pengikutnya untuk mengikuti apa yang telah seorang guru atau pemimpin lakukan. Tentunya Guru yang benar harus membawa pengikutnya atau murid-muridnya menjadi manusia-manusia yang mulia dan berbudi luhur.

Rasul Petrus, seorang dari murid Tuhan Yesus mengingatkan kepada kita semua bahwa kita harus senantiasa waspada karena banyak guru-guru palsu yang akan menyesatkan umat Allah. Petrus menuliskan bahwa guru-guru palsu itu seperti mata air yang kering, yang dapat diartikan sebagai pemberi harapan palsu dan penuh dengan penyesatan, untuk itu kita semua harus hati-hati terhadap orang-orang yang seolah bertindak dan berperilaku seperti seorang guru tetapi ajaran yang disampaikan adalah kegelapan semata.

Rasul Paulus dalam surat kepada jemaat Tesalonika menuliskan “Ujilah segala sesuatu, dan peganglah yang baik” (I Tesalonika 5:21), jadi bagaimana kita menyikapi banyaknya ajaran-ajaran dari guru-guru yang mungkin akan semakin banyak muncul dan kita dengar? ikutilah apa yang disampaikan Rasul Paulus , “Ujilah segala sesuatu, dan peganglah yang baik” dengan apa kita mengujinya? Ujilah dengan kebenaran dalam Firman Tuhan.[YJP]