Selasa, 7 April 2015

DOSA DAN KEBIASAAN BURUK

“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.” (Amsal 28:13)

Seorang wanita berkata kepada pendetanya, “Saya punya kebiasaan buruk yaitu suka melebih-lebihkan. Saya suka membesar-besarkan cerita. Orang-orang lalu curiga bahwa ucapan saya tidak benar, dan mereka tak lagi mempercayai saya. Saya tengah berusaha menghilangkannya. Bisakah Anda membantu saya?” Pendeta itu menjawab, “Mari kita sampaikan hal ini kepada Tuhan.” Wanita itu pun berdoa, “Tuhan, Engkau tahu saya suka melebih-lebihkan cerita …” Sampai di sini, si pendeta menyela, “Sebut saja itu kebiasan berbohong, maka Anda akan bisa mengatasinya!” Wanita itu merasa sangat bersalah dan mengakui kesalahannya.

Kita sering memaklumi dosa kita dengan memberinya sebutan yang lebih mudah diterima. Sifat kita yang cepat marah, kita sebut “syaraf tegang”, kebohongan disebut “melebih-lebihkan”, ketidakjujuran disebut “bisnis bagus”. Untuk mengatasinya, kita perlu mengakuinya, jujur menyebutkannya, dan bertobat dengan tulus.

Napoleon pernah menyatakan bahwa musuh terbesar yang paling sulit untuk dikalahkan adalah diri sendiri (keakuan). Pernyataan itu benar, sebab sudah terbukti bahwa banyak orang berdiri dalam posisi yang kuat ketika menghadapi tantangan dari luar, tetapi terpuruk ketika menghadapi diri sendiri. Dosa-dosa pribadi kita adalah sesuatu yang membebani hidup apabila kita mau mencapai pertumbuhan di dalam Tuhan.

Agar perjalanan rohani tidak terhambat, tanggalkan segala jenis dosa yang membebani itu dengan cara bertobat kepada Allah. Jika keakuan dan kesombongan masih bertahta dalam hati kita, inilah kesempatan untuk menanggalkannya. Yesus sudah mengalahkannya dan sudah menjadi teladan bagi kita. Kita yang percaya kepada-Nya dijamin bisa menang atas keakuan yang begitu membebani hidup karena kuasa pengampunan-Nya terbuka atas kita. [DS]

Bapa yang pengampun , berikanlah kami keberanian untuk terbuka dihadapanMu dan mengakui semua dosa yang kami perbuat dan tidak mencoba untuk menutupinya. Kiranya kasih dan kuasa pengampunanMu memenuhi hati kami . amin