Selasa, 9 April 2019

 

Your Future Is Bright!

“…mataMu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitabMu semuanya tertulis hari – hari yang akan dibentuk sebelum ada satupun dari padanya.“ (Mazmur 139:16 )

Coba ajukan pertanyaan ke anak kecil tentang cita–citanya. Mereka akan spontan mengatakan jadi dokter, pengusaha, pemain bola, menteri, arsitek, polisi, tentara, presiden, sampai kepingin punya uang serumah. Mereka lebih spontan, percaya diri, dan yakin. Bandingkan dengan kita yang sudah lebih lama hidup. Entah karena sudah tahu apa artinya kesulitan, akrab dengan yang namanya kegagalan, atau sudah merasa ada di posisi yang tidak bisa berubah lagi, maka masa depan menjadi, “teuing ah kumaha engke we” (tidak tahu, bagaimana nanti saja) alias “tau ah gelap!”

Masa depan yang cerah menjadi milik orang–orang yang optimis. Milik orang–orang yang yakin dengan kemampuannya, kerja kerasnya, kekayaannya, orang tuanya, dan keberuntungannya. Kalau tidak punya semua itu, lantas bagaimana? Hai, bangun! Masa depan adalah milik kita. Milik orang–orang yang menyerahkan seluruh masa depannya di tangan yang tepat, di saat ia melangkah untuk masa depannya. Tangan yang tepat tidak berbicara tentang semua keberuntungan yang dimiliki atau semua ketidak punyaaan yang dimiliki, tapi tentang siapa yang ia percayai untuk masa depannya. Tentang siapa yang berjalan bersamanya, dan tentang siapa pemilik masa depannya.

Sang Pemilik Kehidupan pernah berkata, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan–rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yer 29:11)

Kepada siapa kita mempercayakan masa depan kita? Kepada semua yang kita miliki, tinggal menunggu waktu untuk melihatnya runtuh. Atau kepada Tuhan yang jelas–jelas mengenal luar dalamnya kita, yang nyata–nyata sudah mencetak kita di telapak tangan-Nya. Meskipun hari ini kita belum tahu apa rancangan-Nya buat kita, tapi janji-Nya untuk masa depan yang penuh pengharapan tidak akan berubah. Meskipun hari ini kita harus banjir darah memperjuangkannya tapi janji-Nya ‘ya’ dan ‘amin’. [WER]