Selasa, 9 Oktober 2018

 

PANDANGLAH SALIB KRISTUS

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan …” (Ibrani 12:2a)

John McNail menceritakan pengalamannya memelihara seekor anak rajawali bersama sekawanan ayam. Anak rajawali bertumbuh besar, namun sayang tidak bisa terbang, dia hidup seperti ayam-ayam lainnya, tanpa belajar terbang seperti layaknya seekor burung rajawali. Suatu kali, John memutuskan mengajar burung rajawali terbang. Dia mengangkat burung itu dan melemparkannya tinggi-tinggi ke udara, dengan harapan bisa terbang sendiri. Apa yang terjadi? Burung itu kelihatan ketakutan. Ia melihat kawanan ayam di bawahnya, lalu terjatuh ke tanah. John mencobanya berulang-ulang; tetapi setiap kali burung itu melihat ke bawah, ia terjatuh kembali ke tanah.

Kini, timbul ide baru. John mengangkat burung rajawali dan mengarahkan kepalanya ke atas, menatap matahari. Tiba-tiba burung rajawali itu merentangkan sayapnya, mengangkat kepalanya tinggi-tinggi; dengan pekik suaranya, ia melompat dari tangan tuannya dan mulai terbang membubung tinggi. Berhasil! Burung rajawali berhasil terbang tinggi ketika ia menatap ke atas, menatap matahari; ia terus membubung tinggi, dan tinggi, hingga hilang dari pandangan mata John.

Dalam perjalanan hidup di dunia yang penuh tantangan, apakah Anda kerap terjatuh? Mungkin karena selama ini condong memandang ke bawah, kepada diri sendiri yang bisa membuat frustrasi, kepada orang lain yang kerap mengecewakan, kepada dunia yang sering menjatuhkan, atau kepada situasi yang tidak memberikan harapan dan titik terang.

Kita ini ibarat seekor burung rajawali. Ya, rajawali seharusnya terbang tinggi, bukan seperti ayam-ayam yang tinggal di atas tanah. Kita diselamatkan oleh Kristus agar bisa bertumbuh dalam segala aspek: menyerupai karakter-Nya, menjadi dewasa dalam iman, pengetahuan, kasih, kebenaran, pelayanan; hingga hidup ini memuliakan Bapa dan mendatangkan kebaikan dan berkat bagi orang di sekitar kita. Untuk mencapai tujuan itu, kita harus memandang ke atas, kepada pribadi Kristus dan salib-Nya yang menyelamatkan, kepada hal-hal surgawi yang bernilai kekal. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus [DP]