Senin, 11 November 2019

THINK POSITIVE
Kata perempuan itu:”Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” (Matius
15:27)
Tentu Sahabat NK ingat cerita perempuan Kanaan ini bukan? Ketika Yesus berada di daerah Tirus dan Sidon, datang
seorang perempuan Kanaan (bukan Yahudi) dan berseru, “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan
kerasukan setan dan sangat menderita.” Yesus sama sekali tidak menjawab perempuan tersebut. Kemudian murid-murid
memanas-manasi Yesus agar mengusir perempuan itu. Kemudian Yesus memberi penegasan kepada perempuan itu, “Aku datang
buat orang Israel bukan buat kamu (bangsa lain)!“ Ketika mendengar Yesus berkata seperti itu, perempuan ini malahan mendekat
dan menyembah Yesus,dan berkata, “Tuhan, tolonglah aku.” Namun Yesus tetap tidak menanggapi, malahan berkata, “tidak patut
mengambil roti yang disediakan anak-anak (umat Israel) dan melemparkannya kepada anjing (bukan orang Israel).” Namun justru
perempuan itu tidak tersinggung dengan perkataan Yesus, malahan dia berkata,”Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-
remah yang jatuh dari meja tuannya.” Dan Yesus berkata, “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang
kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh.
Sahabat NK, rupanya Yesus sedang menguji iman perempuan Kanaan tersebut. Dia adalah Tuhan yang penuh belas
kasihan, namun juga menginginkan iman yang besar.
Coba bandingkan sikap kita dengan perempuan Kanaan tadi. Kalau Anda berdoa terus menerus, namun sepertinya tidak
ada jawaban. Apakah Anda akan tetap berdoa? Seandainya Anda datang ke gereja mau beribadah kepada Tuhan, namun para
pengurus cuek pada Anda, malahan ngomongin Anda. Apa Anda akan tetap setia beribadah? Atau Anda tidak dianggap dan
dihargai oleh sesama? Apakah Anda akan tetap rendah hati? Jika Anda menjawab semuanya YA, maka Anda sama dengan
perempuan Kanaan memiliki iman yang besar!
Sikap kunci perempuan Kanaan mengapa dia memiliki iman yang besar? Karena dia percaya Yesus adalah Mesias dan
punya belas kasihan kepada semua orang termasuk dirinya. Sehingga apapun yang terjadi dia tetap berpikir positif dan percaya
akan Tuhan. [YP]