Senin, 13 Agustus 2018

 

Jujur dan Bermoral Tinggi

“Telah kautunjukkan pada hari ini, betapa engkau telah melakukan yang baik kepadaku: walaupun TUHAN telah menyerahkan aku ke dalam tanganmu, engkau tidak membunuh aku.” (1 Samuel 24:18)

Dikejar-kejar oleh debt collector, menyebabkan banyak orang ketakutan dan bersembunyi di dalam rumah.  Selain bersembunyi dan menghindar, ada pula yang malah membunuh debt collector.  Daud dikejar-kejar Saul untuk dibunuh, hal ini menyebabkannya merasa takut dan ia pun lari dari Saul.  Tapi ketakutan Daud berangkat dari rasa hormatnya kepada Saul sebagai raja. Daud berketetapan hati untuk tidak membunuh Saul, meskipun Saul hendak membunuhnya.

Daud dan Saul berbeda dalam integritas mereka. Daud adalah pribadi yang punya integritas, sedangkan Saul tidak. Apa itu integritas? Menurut A.W. Tozer, integritas adalah tetap melakukan yang benar sekalipun tidak ada seorang pun yang melihat. Integritas dibangun dalam kesunyian dan kesendirian, tetapi dapat dinikmati orang luas pada akhirnya. Integritas adalah sikap jujur dan memiliki etika moral yang tinggi.  Sikap jujur Daud ditunjukkan olehnya dengan menepati setiap perkataannya. Ucapannya keluar dari hati yang tulus, sehingga perbuatannya sama dengan ucapannya. Sedangkan Saul, meski sudah berulangkali berkata tidak akan membunuh Daud, ia berulangkali pula mengingkari perkataannya itu.

Suatu ketika, Daud punya kesempatan untuk membunuh Saul di sebuah gua. Saul tidak tahu ada Daud dalam gua itu bersama para pengikutnya. Orang-orang yang mengikuti Daud berkata bahwa itu adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untuk membunuh Saul. Tapi Daud tidak melakukannya, ia hanya memotong sebagian kecil dari kain jubah Saul, tanpa Saul menyadarinya.

Apa yang istimewa dari Daud adalah ia berkata jujur dan menghormati raja Saul. Suatu sikap yang perlu kita pelajari dan praktekkan, apalagi di masa sekarang ini, dimana kejujuran dan moral sudah mulai luntur.  Bahkan terhadap seorang pemimpin, kita seringkali jatuh dalam kesalahan, yaitu penghinaan kepada pemimpin, apakah itu pemimpin di gereja ataupun pemimpin negara.

Sahabat NK yang terkasih, mari kita bersikap jujur dan milikilah etika moral yang tinggi yang sesuai dengan kehendak Tuhan. [BT]