Senin, 13 Mei 2019

PERUSAK RELASI

“Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam segala hal saling membantu.” (Efesus 4:2)

Di zaman serba digital saat ini saya sering mendengar keluhan dari beberapa orang terkait dengan kegagalan dalam berkomunikasi baik dengan kawan, relasi, dan keluarga. Banyak orang sekarang terlalu asyik sendiri dengan gawai atau gadget di tangan dan earphone yang tertanam di telinga. Bagaimana dapat berkomunikasi kalau fokusnya hanya tertuju pada gawai dan telinga yang tidak mendengar orang lain berbicara?

Memang kemajuan teknologi banyak membantu dalam memudahkan aktivitas dan pekerjaan kita. Bahkan melalui media sosial juga banyak yang mendekatkan kembali kawan-kawan atau pun relasi lama yang sudah tidak berjumpa. Mereka dapat kembali saling menyapa di dunia maya. Tetapi bagaimana kenyataannya saat mereka saling bertemu secara langsung? Apakah masih ada kehangatan dalam saling memperhatikan satu dengan yang lain saat berkomunikasi?

Teknologi mungkin dapat dijadikan salah satu penyebab rusaknya suatu relasi atau hubungan karena masing-masing lebih asyik dengan kesibukannya sendiri. Tetapi benarkah demikian? Hal yang perlu dicermati adalah sikap saling tidak peduli itu yang sejatinya menjadi perusak sebuah relasi, bukan semata karena kemajuan teknologi tersebut. Sikap saling tidak peduli menjadikan orang lebih berpusat pada diri sendiri, bukan berlomba untuk saling memberikan perhatian satu dengan yang lain.

Karenanya, Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus mengingatkan agar kesatuan antar jemaat sebagai satu kesatuan tubuh Kristus tetap terjaga dengan selalu rendah hati, lemah lembut dan sabar, serta menunjukkan kasih dalam saling membantu satu dengan lainnya.

Saling membantu satu dengan lainnya akan menimbulkan kasih yang menjadi pemersatu hubungan atau relasi antar tubuh Kristus. Bagaimana dengan Anda, masihkah ada kasih yang diwujudkan dalam saling peduli dengan saudara kita? Ataukah kita sudah terlarut dengan dunia ini yang lebih mementingkan keasyikan diri sendiri? Nyatakan kasih kita melalui kasih persaudaraan dengan sesama kita. [YJP]

Perenungan (P1) dan Penerapan (P2)

P1 : Pelajaran apa yang telah Anda petik dalam dampak kemajuan teknologi terhadap gereja sebagai bagian tubuh Kristus?

P2 : Langkah konkret apa yang akan Anda lakukan untuk membangun relasi antar anggota tubuh Kristus?