Senin, 15 April 2019

 

Sesuai Kesanggupan

“Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat.”

(Matius 25:15)

Salah satu acara yang paling seru dalam masa-masa pemilihan gubernur maupun presiden di negara kita adalah debat antarcalon. Mengapa demikian? Karena dalam debat seperti ini, masyarakat mendapatkan informasi tentang banyak hal dari calon tersebut.

Kita dapat mendengarkan mereka memaparkan visi misi mereka jika mereka terpilih sebagai wakil rakyat. Kita juga ingin mengetahui bagaimana tanggapan, pandangan dan solusi seputar berbagai isu yang penting yang sedang dan akan dihadapi oleh para wakil terpilih dalam masa jabatan ke depan. Intinya kita ingin mengetahui kapasitas dari para calon ini sebelum kita memutuskan untuk memilih siapa yang dianggap sanggup untuk memimpin dan memangku jabatan dan tanggung jawab tersebut.

Dari perumpamaan tentang talenta dalam nats bacaan kita di atas, kita mengerti bahwa kita perlu untuk mengembangkan talenta atau kapasitas yang Tuhan percayakan kepada kita karena kita harus mempertanggungjawabkannya dihadapan Allah pada akhirnya. Namun di sisi lain, masih banyak orang bertanya-tanya tentang apa yang menjadi kehendak Allah atas hidup mereka. Bagaimana kita dapat menemukan kehendak Allah atas hidup kita? Allah mau mempercayakan kepada kita berbagai tanggungjawab untuk kita jalankan. Namun Allah hanya akan mempercayakan hal-hal tersebut sesuai kesanggupan kita. Dan seberapa besar kesanggupan kita adalah seberapa banyak kapasitas yang telah kita kembangkan.

Jadi dalam bidang apapun, seseorang tidak akan diberikan tugas dan tanggungjawab yang penting jika orang tersebut belum dianggap mampu untuk melaksanakannya. Namun jika orang tersebut telah mengembangkan kapasitasnya maka dia akan mulai dari apa yang sanggup dia kerjakan dan kontribusikan. Sahabat NK, kita tidak perlu bertanya-tanya bagaimana kita dapat menemukan kehendak Allah atas hidup kita. Tanpa kita mengembangkan kapasitas dan mulai menunjukkan kesanggupan melalui kontribusi kita, maka Allah tidak dapat mempercayakan apapun kepada kita. Namun saat kita bertumbuh, maka banyak hal yang akan Ia percayakan dan tambahkan kepada kita. [WT]