Senin, 27 Juli 2020

HIDUP DIPIMPIN IMAN

“Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.” (Yakobus 2:26)

Sebagai orang percaya kita sering juga disebut sebagai orang beriman. Kalau ditanya apakah kita punya iman? Bisa dipastikan semua orang Kristen akan menjawab punya. Apakah iman itu? Mayoritas pasti akan menjawab iman adalah percaya kepada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kalau ditanya lagi apakah definisi iman? Pasti mayoritas akan merujuk kepada ayat Alkitab Ibrani 11:1. Sampai di sini kita semua pasti sepakat. Masalahnya iman tidaklah sesederhana itu. Karena kalau ditanya lagi contoh hidup yang dipimpin oleh iman maka jawabannya pasti tak lagi seragam. Jadi pemahaman iman mayoritas kita adalah baru sebatas doktrin yang diajarkan gereja pada umumnya.

Ironisnya, sebagian besar kita tidak memahami pengertian iman yang benar. Karena hal itu, kita tidak pernah memiliki iman yang benar. Iman kita selalu sangat dangkal dan miskin. Banyak sekali dari kita yang memahami iman sekadar mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Benar bahwa kita diselamatkan dan dibenarkan oleh iman. Tapi ayat bacaan kita hari ini dengan jelas berkata bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Di ayat ke 24 juga tertulis, manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman.

Tuhan Yesus adalah pusat iman kita, Tuhan Yesus juga berkata “Akulah jalan dan  kebenaran dan hidup”. Jadi setelah mengaku percaya dengan akal kita harus menghidupi iman kita dengan perbuatan. Apa yang harus kita perbuat? Sesuai perkataan Tuhan Yesus, tentunya ada JALAN yang harus kita jalani, yaitu jalan hidup Yesus seperti yang tertulis di dalam Alkitab. Jalan hidup yang menjadi berkat dan terang buat dunia di sekitar kita. Ada KEBENARAN yang harus diikuti, kebenaran seperti apa? Kebenaran sesuai firman Tuhan, kebenaran yang menjadi tuntunan dalam setiap langkah hidup kita. Ada HIDUP yang harus dijalani, hidup yang berkenan di hadapan-Nya.

Lalu apa yang menjadi tuntunan kita dalam menghidupi iman seperti ini? Semuanya telah tertulis dan dibukukan. Itulah sebabnya orang percaya mutlak harus belajar dengan tekun menggali firman Tuhan secara pribadi agar semua firman yang tertulis menjadi rhema di dalam setiap hati kita. [CK]