Senin, 29 Juni 2020

Kamu Pasti Datang

“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17)

Dua orang anak muda telah bersahabat sejak kecil.  Rumah mereka berdekatan, dan mereka sering bermain bersama, pergi ke sekolah bersama, dan ikut program olahraga yang sama di sekolah yang sama.  Suatu kali, nama mereka tercantum dalam daftar yang sama untuk wajib militer dan ikut berperang dalam Perang Dunia I. Mereka pun ikut dan ditempatkan dalam area peperangan yang sama.

Dalam suatu peristiwa pertempuran yang sengit, salah satu dari anak muda itu hilang bersama pasukan lainnya di suatu tempat. Anak muda lainnya, yaitu sahabatnya yang selamat, pergi menghadap ke komandan pasukan dan meminta ijin untuk pergi mencari temannya yang hilang.  Komandan berkata bahwa tidak ada gunanya mencari karena sahabatnya itu pasti sudah mati.  Tapi karena terus didesak, akhirnya sang komandan mengijinkan ia pergi.

Beberapa waktu lamanya, anak muda ini mencari sahabatnya di salah satu medan pertempuran. Ia akhirnya menemukan sahabatnya itu terkapar dalam keadaan masih hidup.  Ketika ia mendekatinya, sahabatnya itu berbisik sebelum pingsan, “Aku tahu kami pasti datang”.  Ia kemudian digotong dan dibawa menuju ke kamp pasukan.

Sahabat NK yang dikasihi Tuhan, betapa kasih yang tulus antara sahabat membuat anak muda ini bergerak mencari sahabatnya dengan sekuat tenaga.    Amsal 17:17 mengatakan bahwa seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran.

Dalam hidup kita, Tuhan menghadirkan orang-orang yang dekat dan kemudian menjadi sahabat bagi kita. Tentu kita pun harus menjadi seorang sahabat bagi orang lain juga. Mari jadikan diri kita sebagai sahabat yang baik bagi sesama kita.  [BT]