Senin, 30 Maret 2015

BERTEMPUR SETIAP HARI

“Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus” (2 Korintus 10:5b)

Saya pernah begitu menggemari sebuah game pertanian di gadget saya. Game tersebut memiliki events khusus, misalnya event menyambut perayaan Hallowen, yang mengharuskan para gamers membuat bermacam-macam barang dari ‘pertaniannya’ untuk memperoleh hadiah tertentu. Semula saya memainkan game tersebut hanya untuk iseng mengisi waktu sambil menunggu jam bubar anak-anak di pelataran parkir sekolah. Namun tak terasa, hal yang tadinya berasal dari keisengan mulai menyedot perhatian saya. Saya mulai membawa gadget ke toilet dan kerap tidur larut malam. Saya baru menyadari kelalaian saya setelah mendapat teguran suami. Apakah bermain game itu dosa? Saya rasa tidak. Tapi game semacam itu begitu mudah menyeret pikiran kita. Saat itulah, bermain game menjadi dosa. Game tersebut telah menjadi ‘berhala’ saya.

Kebanyakan dosa, keinginan daging dan kecanduan, terlihat sepele pada awalnya. Kita mungkin tidak melakukan percabulan, tidak melakukan praktek sihir/perdukunan, tidak mabuk-mabukan, tidak terikat oleh narkoba, hal-hal yang jelas-jelas nampak seperti ‘dosa besar’. Tapi sering kita tidak sadar saat kita dikuasai oleh hawa nafsu makan yang berlebihan, hawa nafsu keserakahan yang menyebabkan kita menjadi kikir-curang dalam bisnis-meminjamkan uang dengan menarik bunga, atau saat kita memiliki berhala-berhala tertentu dalam hidup kita. Saat kita menggosipkan orang lain, tanpa sadar mungkin kita telah mengobarkan suatu perseteruan, perselisihan, percideraan, memecah belah, sambil tanpa sadar mengumbar kedengkian kita dan mengasah rasa iri hati kita.

Ketika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat, kita memasuki dimensi kehidupan yang baru, yaitu hidup yang diselamatkan. Tetapi karena kita masih hidup dalam dunia ini, maka kita masih harus terus menerus berperang melawan kedagingan kita.

Sahabat NK, mari awali setiap hari kita dengan perenungan Firman Tuhan dan meminta pertolongan Roh Kudus, sehingga ketika kita menghadapi segala situasi, kita tetap dapat bersikap waspada. [RH]

Tuhan Yesus, Guru-ku, ajarlah aku untuk menjadi murid-Mu yang setia mengikuti ajaran-Mu. Bimbing dan tolong aku setiap hari dalam menjalani hidupku supaya aku tidak terjebak dan menyimpang dari Jalan-Mu. Amin.