Senin, 6 Agustus 2018

 

Hidup Berbuah

“Tinggalah di dalam Aku, dan  Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jika kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yohanes 15:4)

Anne Marbury adalah anak tertua ketiga dari empat belas bersaudara. Ia dilahirkan di Inggris. Ia anak seorang pendeta. Saat usianya mencapai 23 tahun, ia telah dipenjara tiga kali karena berbicara tentang kepercayaan puritannya kepada anggota-anggota gereja Inggris. Mereka ingin mendengar tentang Alkitab lebih banyak dalam kebaktian gereja mereka. Pada abad itu, hanya sedikit orang Kristen di Inggris yang memiliki Alkitab dalam bahasa Inggris.

Pada tahun 1634, Anne dan suaminya William Hutchinson, menyeberangi Atlantik untuk mencari kebebasan beragama. Di New England, pasangan ini dianiaya karena menyelenggarakan kebaktian di rumah mereka. Orang-orang yang mendukung mereka ditangkap, kehilangan hak suara, dan dirampas rumah serta tanahnya. Anne disidang, tapi tidak ada saksi atas namanya yang diijinkan berbicara.

Anne divonis dan dipenjara selama empat bulan, tidak mendapat kunjungan keluarga, sakit-sakitan dan sedang mengandung anak yang kedelapan belas. Dan akhirnya, Anne diusir dari Koloni. Mereka memulai kota baru dan gereja di Rhode Islandd. Anne dan lima anaknya terbunuh dalam perang Indian yang terjadi di sana pada tahun 1643.

Karena perlakukan keras yang diterima Anne dan orang-orang percaya lainnya, kejahatan penganiayaan agama terungkap. Kebebasan beribadah menjadi idealisme Amerika. Melalui keberanian mereka, impian kebebasan beragama di Amerika menjadi kenyataan.

Seberapa banyak buah dari pelayanan kita yang sudah kita hasilkan. Mungkin tidak se-spektakuler Anne, tapi ketika kita menjadi jawaban dan berkat bagi keluarga kita yang belum percaya Kristus, itupun sudah menjadi bagian berbuah yang baik dalam hidup kita. [NO]