Senin, 7 Januari 2019

 

BERjumpa Tuhan Saat Merawat Mama

Dan Raja itu akan menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:39-40)

Tanggal 22 Oktober 2018 kemarin, mama saya masuk rumah sakit karena keluhan syaraf kejepit, dan harus dirawat di rumah sakit. Sakit ini sudah cukup lama diderita mama, dan karena usia yang sudah lanjut maka kemudian makin memburuk sehingga harus dirawat secara intensif. Puji Tuhan setelah dirawat sekitar 2 minggu di rumah sakit akhirnya diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Namun kondisinya masih cukup lemah karena mama belum bisa berjalan sama sekali setelah keluar dari rumah sakit, kemungkinan karena syaraf kejepitnya itu dan juga terlalu lama berbaring. 

Ini menjadi pergumulan tersendiri, karena saya yang kemudian harus merawat mama. Ketika merawat mama, saya seperti merawat ‘bayi’. Mama hanya tergolek dan berbaring. Makan sambil berbaring, bahkan untuk buang air kecil dan buang air besar pun tidak bisa ke toilet, berbaring saja, dan memakai pampers. Ketika harus mengganti pampers, mama kesakitan karena harus membalikkan badannya.  Awalnya saya menjadi stres menghadapi semua itu, karena irama hidup saya benar-benar berubah 180°. Ruang gerak saya menjadi terbatas dan yang paling membuat saya stres, semua kakak-kakak saya melimpahkan perawatan mama ke saya karena saya satu-satunya anak perempuan.

Hari-hari awal saya merawat mama, saya hanya bisa menangis dan berkata “Tuhan saya lelah, saya bingung karena harus melakukan segala sesuatu sendirian”. Namun Tuhan mengingatkan pada ayat di atas. Justru Tuhan dapat ditemui pada orang sakit yang memerlukan perawatan dan perhatian kita. Tuhan juga mengingatkan apa yang sudah dilakukan mama saat saya kecil, mama tidak pernah bilang lelah, padahal mungkin ia punya keinginan yang lain, tapi mama merawat kami anak-anaknya dengan penuh kasih. Tuhan juga mengingatkan bahwa saya tidak sendirian, ada suami dan anak yang mendukung saya.

Puji Tuhan setelah kurang lebih 1 minggu merawat mama di rumah, akhirnya mama mulai bisa berdiri sendiri dan mulai belajar berjalan dengan alat bantu. Saya pun menyadari ada kasih Tuhan yang saya jumpai ketika merawat mama. [CG]