Senin, 8 Desember 2014

KOBARAN ANGLO MAS TRI

“Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11)

Tak pernah hilang dalam ingatan saya dan tak pernah pudar rasa ingin terus mencicipinya. Itulah bakmie jawa Mas Tri. Meskipun jarak yang sangat jauh dari tempat tinggal, tidak pernah lepas bakmi ini menjadi salah satu kuliner favorit saya dan teman-teman dekat. Beberapa kali saya mencoba mie jawa di tempat lain yang sama-sama direkomendasikan oleh teman, tetap tidak ada yang menandinginya.

Apa yang membuat beda? Menurut saya sih, karena apinya dan ‘tangan’ yang beda. Semua bumbu, bahan, racikan mungkin saja sama. Namun yang tak pernah ketinggalan dan mejadi ciri khas mie jawa adalah memasak bukan dengan kompor tapi dengan arang. Kalau sekarang mungkin untuk alasan praktis, kipas tangan tergantikan dengan kipas angin kecil untuk mempertahankan bongkahan arang ini tetap menyala.

Nah, pemilihan arang itupun menjadi salah satu perhatian mas trie supaya mendapatkan api yang baik dan mengahasilkan masakan yang mantap. Itulah cirinya dari bakmi Mas Tri.

Mempertahankan adalah sesuatu yang tidak mudah untuk kita terus dilakukan. Perlu komitmen setiap hari untuk terus melakukannya. Untuk menghasilkan api yang baik, tidak hanya dihasilkan satu arang saja, namun dari kumpulan para arang. Begitupun dengan kehidupan kita, untuk terus mengobarkan api roh, kita perlu terus bersama-sama dengan orang–orang yang memiliki api roh yang sama.

Hidup dalam persekutuan dengan saudara seiman serta terus memiliki hubungan dengan Tuhan yang menjadi sumber roh, niscaya membuat kita terus dapat mempertahankan kobaran api itu. Dan inipun juga yang diingatkan oleh Paulus kepada Jemaat di Roma, untuk terus mereka dapat mempertahankan roh yang terus menyala-nyala dalam melayani Tuhan. Pertanyaannya, masih menyalakah roh kita saat ini? [NO] Yehezkiel 4-5
Untuk menaati Tuhan ada harga yang harus dibayar. Dalam kedua pasal ini menyatakan kepada kita bahwa, Yehezkiel dalam memenuhi panggilan Tuhan, ia melakukan hal-hal yang menunjukkan sebuah pengorbanan yang luarbiasa. Ia melayani dan berkotbah, ia berbaring dalam keadaan terikat. Iamencukur rambutnya dan janggut. Ia dapat melakukan hal ini karena kuasa Tuhan yang menguasainya.