Senin, 8 Oktober 2018

 

PEMURIDAN YANG MENGUBAH HIDUP

“Hamba-Ku Musa telah mati, sebab itu bersiaplah sekarang, seberangilah sungai Yordan ini, engkau dan seluruh bangsa ini, menuju negeri yang akan Kuberikan kepada mereka, orang Israel itu.” (Yosua 1:2)

Gereja yang bertumbuh adalah gereja yang memuridkan jemaat. Pemuridan adalah aspek yang paling penting dalam kehidupan seseorang. Like father like son. Seorang mentor harus bisa menghasilkan murid. Pemuridan adalah sebuah perjalanan dan bukan tujuan. Ini berarti bahwa pelayanan yang berdampak kekal dan nyata akan memerlukan waktu untuk bertumbuh dan berkembang. Pemuridan tidaklah mungkin berupa perbaikan. Oleh sebab itu memuridkan adalah suatu keharusan bagi gereja agar jemaatnya mengenal Kristus dan kemudian menjadi serupa denganNya.

Gereja adalah sebuah komunitas yang kuat dan dinamis. Setiap pertemuannya bukanlah sebuah event (acara) yang diadakan sesaat atau sementara. Pemuridan seharusnya adalah sebuah proses perjalanan yang dilakukan secara konsisten, yang membawa orang-orang bertumbuh menjadi serupa dengan Kristus. Dibutuhkan peran serta seluruh anggota jemaat untuk menjadikan seorang percaya menjadi seorang murid Kristus. Dan tempat yang paling baik dan ideal untuk terbentuknya sebuah proses pemuridan yang efektif adalah gereja lokal. Ironisnya, proses perubahan yang seharusnya terjadi terus-menerus setiap harinya, telah diubah menjadi event satu hari melalui pertemuan singkat di hari minggu.

Tuhan Yesus memanggil kita sebagai gereja-Nya untuk menjadi komunitas yang dinamis, yang membangun Kerajaan Allah melalui proses pemuridan. Pemuridan merupakan sebuah proses perubahan untuk membawa mereka yang jatuh dari Kristus untuk mendekat kepada-Nya, dan pada akhirnya menjadi serupa dengan Kristus. Pemuridan merupakan proses yang menolong jemaat untuk bertumbuh menuju kedewasaan rohani secara bertahap menjadi mempelai Kristus.

Sejatinya pemuridan adalah sebuah proses pertumbuhan dan bukan hanya suatu program yang mendorong terbangunnya hubungan seseorang dengan Allah, dengan orang lain dan dengan dirinya sendiri. Dan di dalam pemuridan, ada proses berjalan bersama-sama yang disertai keteladanan dan pendampingan. Selamat menjadi seorang mentor yang dapat memuridkan orang lain menjadi serupa dengan Kristus. [RB]