Terima Kasih Bebagai Bukti Syukur, Untuk Siapakah?

170531115917

Kata terima kasih adalah kata sederhana, namun artinya bisa bermacam-macam. Ketika saya pindah ke Jogja, orang-orang mengucapkan terima kasih dengan mudah. Saya sendiri sampai heran.

Lha wong cuma nerima kembalian kok harus pakai terima kasih? Teman saya yang merupakan orang yang lama tinggal Jogja sering berterima kasih pada seorang pelayan seusai mengantarnya makanan.

Karena sudah terlalu sering, saya menjadi terbiasa. Kemudian menjadi sebuah renungan buat saya. Kenapa kita hanya berterima kasih kepada mereka yang mentraktir kita makan? Kenapa kita berterima kasih ketika baru mendapat berkat dari atasan.

Mengucapkan terima kasih kepada pacar yang sudah membelikan kita coklat dan bunga. Tapi, kenapa segan untuk berterimakasih kepada tukang parkir yang telah menjaga motor kita? Kepada kasir yang melayani pesanan kita?

Ayat Alkitab dalam Lukas 17:11-19 menceritakan sepuluh orang kusta yang meminta belas kasihan. Yesus meminta mereka untuk mendatangi imam-imam, sementara dijalan mereka menjadi tahir. Namun, diantara sepuluh orang tersebut, hanya satu orang yang kembali kepada Yesus dan tersungkur mengucapkan terima kasih kepada Yesus.

Lukas 17:13, “Yesus, Guru, kasihanilah kami!”

Mereka meminta agar bisa dikasihani, mereka ingin menjadi tahir. Yesus menanggapinya, Ia menyembuhkan mereka meski hanya satu orang yang berbalik dan mengucapkan rasa terima kasihnya.

Kebiasaan mengucapkan terima kasih ini menular kepada saya, sampai hari ini, saya masih sering mengucapkannya. Suatu hari, ada seorang teman SMP bertemu kepada saya. Dia tidak mengucapkan terima kasih atas pelayanan yang ia berikan.

“Apakah ada yang kurang dari makanannya?” Tanya saya.

“Enggak kok, ada apa memang?” Jawabnya.

“Kok nggak ngucapin terima kasih?” Balas saya.

“Loh kenapa? Kan memang mereka dibayar untuk itu.”

Padahal, berterima kasih kan bukan perkara dia dibayar atau tidak dibayar, kita berterima kasih atas pelayanan yang ia berikan kepada kami. Memangnya, apa susahnya hanya untuk mengucapkan terima kasih?

Memang sangat sederhana, namun saya menyadari betapa mengucapkan terima kasih sangatlah penting. Bukan karena SOP, bukan karena kita ingin mendapatkan sebuah pujian. Namun karena kita memiliki berkat dari Kristus, berkat kasih. Kita perlu menyatakannya dengan mengucapkan terima kasih.

Ketika satu orang yang sakit kusta mendapati dirinya sembuh, dia kembali dan mengucapkan terima kasih kepada Yesus. Lalu Yesus membalasnya pada ayat yang terakhir “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

Bukankah ketika kita mendapati balasan terima kasih dengan senyuman itu membuat hati kita merasakan damai? Karena kasih Allah sangatlah besar terhadap setiap detik hidup kita, maka kita harus bisa menyampaikan kasih Allah ini melalui sesama dengan cara yang sangat sederhana, yaitu berterima kasih.

Sumber : jawaban.com