Terkatung-katung karena Dirompak, Nelayan Ini Ditolong 16 Jam Kemudian

531035225

Setelah 16 jam, Amang, nelayan yang menjadi korban perompakan di perairan ambang batas laut Ambalat di Perairan Pulau Burung, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, baru mendapat pertolongan.

Amang atau Cambang, nelayan dari Pulau Sebatik yang dirompak pada Senin (4/12/2017) sore sekitar pukul 16.15 Wita mengatakan hanya bisa pasrah melego jangkar seusai mesin perahu dan cadangan BBM-nya diangkut perompak.

Setelah ditinggal perompak, mereka baru bisa melaporkan apa yang mereka alami. Namun, baru mendapat pertolongan 16 jam kemudian.

“Saya cuma bisa lego jangkar. Baru Selasa siang saya dapat pertolongan,” ujarnya, Selasa (5/12/2017).

Amang mengaku heran, biasanya perompak menguras semua harta yang ada di dalam perahu, termasuk hasil ikan yang mereka tangkap. Namun, perompak kali ini tidak melakukannya. Padahal, ikan hasil tangkapan mereka selama tiga hari mencapai 30 kilogram.

Setelah perompak menuju Tanjung Daun, Amang langsung menghubungi juragan tempatnya menyetor ikan agar segera melapor kepada aparat dengan harapan perompak bisa tertangkap.

“Biasanya perompak membawa semua yang ada di perahu, tetapi kali ini ikan dan HP tidak mereka ambil,” imbuhnya.

Amang mengaku mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah karena satu-satunya alat mencari nafkah diambil perompak.

Tiga nelayan dari Sebatik yang mencari ikan di perairan Pulau Burung menjadi korban perompakan pada waktu bersamaan. Dari catatan Pengawas Pelabuhan Perikanan PPI Kecamatan di perairan Pulau Burung telah terjadi tujuh kali perompakan selama tahun 2017.

”Sebelumnya ada empat laporan perompakan. Sekarang ada tiga nelayan yang menjadi korban perompakan,” ujar Kepala Pengawas Pelabuhan Perikanan PPI Kecamatan Sebatik Wira Hadi Susanto.

Sumber : KOMPAS