Waktu Paling Berharga

Sabtu, 9 Februari 2019

 

“Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.” (Mazmur 84:11)

Di gereja tempat saya beribadah, setiap akan memulai ibadah diawali dengan doa pra ibadah selama kurang lebih 15 menit. Jemaat yang sudah hadir di ruang ibadah diajak untuk berdoa bersama yang dipimpin oleh petugas pelayan ibadah.

Jika jalanan tidak macet atau hujan, saya selalu datang tepat waktu dan mengikuti doa pra ibadah. Bagi saya, ini adalah waktu paling berharga yang bisa saya pergunakan untuk introspeksi diri, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Melalui doa pra ibadah ini saya bisa berdoa, memuji Tuhan, dan menyampaikan segala sesuatu yang menjadi kerinduan saya.

Pemazmur menuliskan lebih baik satu hari di pelataran-Mu daripada seribu tahun di tempat lain. Pemazmur menceritakan bagaimana sukacitanya bergabung dengan orang-orang dalam pelayanan ibadah. Dia menganggap satu hari di tempat ibadah lebih berarti daripada seribu hari di tempat lain. Ia ingin menegaskan betapa bernilainya berada di Bait Allah jika dibandingkan dengan tempat lain. Dia lebih suka menjadi hamba paling hina di Bait Suci, atau menjadi penjaga pintu Bait Suci daripada tinggal menetap bersama orang-orang fasik. Pemazmur tidak sedang menekankan pada nilai bangunannya, tetapi soal siapa yang hadir dalam Bait Allah itu.

Ibadah kepada Allah tentunya harus dilakukan dengan sikap hati yang benar, sikap hati yang tulus, dan memiliki kerinduan menikmati hadirat Allah. Kita harus mengatur waktu dengan baik agar tidak terlambat. Kita juga harus mempersiapkan diri dengan baik agar ibadah yang kita lakukan berkenan di hadapan Allah dan mempermuliakan nama-Nya.

Selama masih diberi kesempatan untuk beribadah, marilah kita melaksanakan kegiatan ibadah dengan baik dan benar. Dengan begitu kita akan mendapatkan manfaat dan berkat yang sudah Allah sediakan bagi kita. [WB]