HIDUP KUDUS DI AKHIR ZAMAN

S1- SEMBAH DAN PUJI

S2- SUASANA

Apa berkat rohani yang Anda alami selama seminggu ini. Mungkin itu kesaksian atau berkat dari pembacaan firman Tuhan setiap hari.

S3- SHARING FIRMAN DAN DISKUSI

Bacaan: GALATIA 5: 16-26

Hidup kudus bagi Tuhan sering dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Atau jika tidak, hal itu sangatlah berat untuk dikerjakan. Bagaimana kita bisa menjaga kekudusan berdasarkan prinsip-prinsip dari nats ini?

  1. HIDUP DIPIMPIN ROH KUDUS (ay 16)

Jika sumber kekuatan kita adalah diri sendiri, maka menjaga hidup kudus adalah hal yang sangat berat. Kita justru akan dibawa kepada keinginan daging. Itulah sebabnya Firman Tuhan menyatakan agar kita berada di bawah pimpinan Roh Kudus. Dia menyatakan kuasa dan kekuatan agar hal yang sulit dan tidak mungkin, menjadi hal yang bisa kita selesaikan.

Menurut Anda, apa tandanya seseorang dipimpin oleh Roh Kudus? Bagaimana dengan pengalaman Anda!

  1. HIDUP BERBUAH (ay 22)

Menghasilkan buah menjadi panggilan kita sebagai orang percaya. Setelah menjalani proses waktu, yang diharapkan dari sebuah pohon adalah buahnya. Beberapa bagian Alkitab menggambarkan kita sebagai pohon yang dituntut mengeluarkan buah dan jika tidak akan dipotong. Jika kita tetap melekat pada pokoknya, sebagai carang kita tentu akan menghasilkan buah. Di tengah akhir zaman ini, sembari menjaga kekudusan, tetaplah menghasikan buah-buah pertobatan kita.

Buah Roh yang manakah yang masih terus Anda perjuangkan dalam hidup pribadi Anda?

  1. HIDUP MENYALIBKAN DAGING (ay 24)

Perjuangan berikutnya dalam menjaga kekudusan adalah dengan menyalibkan kedagingan kita. Ini yang diperjuangkan Paulus juga dengan gambaran petinju yang tidak sembarangan memukul, tetapi menguasai diri sepenuhnya (1Kor 9:24-27). Di tengah-tengah godaan dan tawaran dunia terhadap keinginan daging, ingatlah selalu bahwa kita harus menyalibkannya dan bukan malah menurutinya.

Apa yang Anda lakukan untuk berjuang menyalibkan kedagingan? Ceritakanlah contohnya!

S4- SASARAN DAN RENCANA

Perhatikanlah bagaimana kita hidup dalam kekudusan di waktu yang sulit ini. Mintalah selalu pimpinan Roh Kudus, salibkan kedagingan dan jangan lupa tetap menghasilkan buah.