Jumat, 11 Maret 2016

RUMAH TUKANG BANGUNAN

“Memang tiap tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada merek yang dilatih olehnya.” (Ibrani 12:11)

Seorang mandor proyek bangunan memiliki sebuah tim yang kompak. Sudah puluhan tahun mereka terlibat dalam berbagai proyek pembangunan yang hasilnya mendatangkan kepuasan banyak orang. Suatu ketika, salah satu tukang bangunan yang bekerja di tim tersebut berencana mengundurkan diri. Ia merasa sudah cukup tua dan tidak ingin bekerja lagi di proyek bangunan karena fisiknya yang sudah tak terlalu kuat dan ia ingin menikmati hari-hari bersama istri, anak dan cucu-cucunya.

Sang mandor sangat menyayangkan keputusannya karena dia merupakan tukang yang sangat baik dalam bekerja. Beberapa kali ia berusaha membujuk dan meyakinkan anggota timnya itu. Tetapi mandor itupun tak dapat berbuat banyak karena tukangnya tetap memutuskan untuk keluar kerja.

Sang Mandor menyuruh si tukang untuk terakhir kalinya membangun satu unit rumah. Mandor berkata, “Kerjakanlah dengan sebaik-baiknya dan dengan bahan-bahan terbaik yang kita miliki. Anggaplah ini sebagai karya terakhir yang kamu bisa berikan sebelum pensiun.”

Tetapi tukang itu bermalas-malasan dalam bekerja karena dia ingin cepat pensiun. Dia bekerja dengan tidak maksimal dan menggunakan bahan-bahan yang seadanya. Sampai suatu saat rumah itu selesai dan mandor memberikan kunci rumah tersebut kepada si tukang dan berkata “Ini rumah kami berikan sebagai hadiah untukmu karena kamu telah bekerja dengan sangat baik!”

Sang Tukang terperanjat. Ia kaget dan bercampur menyesal karena apa yang telah dia hasilkan adalah sebuah rumah yang dikerjakannya dengan tidak maksimal.

Sahabat NK, kehidupan kita saat ini adalah akibat dari pilihan-pilihan yang kita ambil di masa lalu. Masa depan kita, dengan demikian, adalah hasil dari keputusan kita pada saat ini. [SE]

P1 : Mengapa kita harus memperhatikan dan memikirkan dengan matang keputusan – keputusan yang kita ambil saat ini?
P2 : Apakah yang akan saya pertimbangkan dalam mengambil keputusan di kehidupan saya saat ini? Bagaimanakah melibatkan Tuhan dalam keputusan yang akan diambil?