Kamis, 27 November 2014

Iman Penuntun Kehidupan

“…supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.” (1Korintus 2:5)

Suatu hari, saya sedang mencari sebuah barang di rumah. Setelah beberapa lama mencari, barang tersebut tetap tidak bisa saya temukan. Lalu saya bertanya pada putri saya yang baru berumur 4 tahun, jika ia mengambilnya atau pernah melihatnya. Tetapi ia menggelengkan kepalanya sambil membantu saya mencari.

Setelah beberapa lama mencari, putri saya lalu bertanya, “Papa udah berdoa sama Tuhan? Kan kalo kita cari tempat parkir, saya kalo berdoa selalu ada tempat (untuk parkir).” Serta merta saya disadarkan, jika selama ini sering mengajari anak tentang menaruh harap pada Tuhan untuk setiap kebutuhan ataupun keperluan kita. Tetapi dalam prakteknya, saya sendiri sering lupa melibatkan Dia dan hanya bergantung pada kekuatan sendiri.

Dalam kehidupan, seringkali kita merasa menjadi seseorang yang seolah-olah mampu untuk mengontrol dan menciptakan masa depan kita sendiri. Tanpa disadari, ketika kita semakin besar dengan usaha sendiri, semakin menjauhkan Tuhan sebagai sumber kehidupan. Beriman pada Tuhan bukan hanya berbicara tentang berdoa lalu semuanya selesai dengan cara yang “ajaib”.

Kebanyakan Tuhan akan bekerja melalui diri kita sendiri atau orang-orang di sekeliling kita. Tapi keyakinan akan Tuhan sebagai sumber kehidupan dan hikmat akan menjadikan kehidupan ini berbeda. Kita akan menjalani kehidupan ini dengan pengaturan dan penyertaan yang membawa rancangan indah di setiap bagiannya. Jika kita sungguh beriman pada Tuhan, berarti kita menyadari jika Tuhan mampu dan mau mengaruniakan jalan keluar dan akhir yang terbaik atas setiap situasi kita.

Sahabat NK, melibatkan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan bukan menyerahkan segala masalah lalu kita jadi berpangku tangan. Malah ketika kita berusaha, Tuhan sendiri yang akan memberikan hikmat, kekuatan, dan kemampuan untuk bisa menemukan jalan keluar dan menjadikan kita para pemenang. Sudahkah kita senantiasa menjadikan Ia sebagai sumber kehidupan? [RT]

Yeremia 39-40

Pasal 39; Tuhan mengganjar Zedekia atas kefasikannya (1-10), Tuhan mengganjar Yeremia atas kesetiaannya (11-14), Tuhan mengganjar Ebed- Melekh atas kebaikannya (15-18). Pasal 40; tentang, Kemerdekaan (1-6), Otoritas (7-12), Pengkhianatan (13-16).