Kamis, 3 Januari 2019

 

URUNAN ‘FILM KECAP’

 

“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.”

(Mazmur 91:14)

Seperti biasanya, ketika ide untuk menggelar permainan rakyat sedang menghilang, menonton film jadi aktifitas yang disepakati. Kala itu, saya dan sepupu yang terbilang “anak jaman old”, berniat mengumpulkan uang, menyewa kaset video. Dan selalu saja, persaudaraan kami terbagi dalam tiga selera. Sebagian menyukai film genre komedi, sebagian lagi memilih action superhero, kubu ketiga menyukai “film kecap”. Apa itu?

Yahhh, saya harus menerima kenyataan. Ritual “HomPimPa” dimenangkan kubu “film kecap”. Film yang menyebalkan bagi saya karena riasan wajah pemain sipitnya yang menyeramkan. Juga, karena adegan ‘kecap sadisnya’. Begitulah film kung-fu. Aksi tarungnya yang terkesan seperti sungguhan, selalu menyuguhkan adegan di mana bagian mulut, perut, atawa leher, mengeluarkan darah kental mirip kentalnya kecap.

Berbeda dengan film laga Amerika di mana sang Pahlawan selalu gagah bin menang walau sempat babak belur dikalahkan ribuan musuhnya. Film kung-fu tidak jarang menceritakan sang tokoh utama yang berakhir pada ajalnya. Dan demikian akhir “film kecap” kali itu. Koq bisa? Sang pendekar terkalahkan dikarenakan pengkhianatan sahabat dekat yang ia percayai sangat.

Begitulah seorang pendekar kung-fu, hanya menggantungkan kekuatan pada kesaktian diri yang diwariskan gurunya. Setelah mencapai tahapan tertinggi yang gurunya sanggup limpahkan, sang pendekarpun tidak dapat lagi mengharapkan bantuan sang guru. Selain karena telah dianggap sudah matang kesaktian, pula karena ilmu itu telah sepenuhnya berpindah pada sang pendekar sebagai murid.

Berbeda dengan kita si murid Kristus. Kita akan senantiasa memiliki ilmu pamungkas untuk melawan si Jahat, namun kita dapat tetap bergantung sepenuhnya pada Kristus Sang Maha Guru. Syaratnya, kita harus senantiasa melekat dan taat pada Kristus tiada putus. Jadi, akankah kita memenangkan berbagai pertandingan hidup di 2019 ini? Atau malah sebaliknya? [AH]