Kamis, 5 April 2018

TUHAN YANG TERBAIK

“Tetapi Tuhan menjawab, “Aku mengasihi engkau dan itu sudah cukup untukmu; sebab kuasa-Ku justru paling kuat kalau kau dalam keadaan lemah.”
(2 Korintus 12:9 (BIS))

Fandy Kho adalah seorang pemuda yang di lahirkan di kota kecil Palopo pada tahun 1996. Ia terlahir dengan keadaan fisik yang tidak sempurna, kepala yang besar dan bola mata yang tidak stabil. Tidak ada pengobatan yang layak baginya di Palopo, ia harus di bawa ke Malaysia. Pada usia 18 bulan, ia divonis memiliki tumor di kepalanya. Pilihan yang sulit antara operasi dengan konsekuensi ia akan buta dan tidak dioperasi maka ia akan mengalami down syndrome. Dengan berat hati maka keluarga memilih untuk mengoperasi Fandy dan ia pun buta. Tahun 2000 ibunda Fandy meninggal, ayah Fandy kemudian menikah lagi. Fandy mengalami kehilangan yang mendalam. Namun puji Tuhan, ibu tiri Fandy sangat mengasihi dia dan merawat Fandy dengan penuh kesabaran.

Kesaksian ini belum seberapa menyedihkan dengan keadaan ibu tiri Fandy yang merawat Fandy dengan kasih, apa yang justru dia alami? Ia mengalami perlakuan yang tidak baik dari ayah Fandy, tetapi ia berlutut, menyembah Tuhan dan berdoa. Setiap hari bernyanyi dan menyembah, ajaib sungguh Tuhan itu. Fandy dapat menyanyikan lagu-lagu yang ibunya nyanyikan, kemudian ia mulai belajar bermain piano dan akhirnya dapat melayani Tuhan di gereja dengan keterbatasannya bahkan ia menjadi seorang penyanyi rohani di usia dua puluhan. Lirik lagu ini menggambarkan bagaimana kunci untuk bangkit dari sebuah keterpurukan:

Ku bersyukur s’lalu dalam kelemahanku | Ada rencana yang indah Kau berikan bagiku | Saat keadaanku tak sejalan denganku | Tetap hatiku bersyukur | Kau Tuhan yang terbaik | Saat sekelilingku tak mengerti hidupku |Tetap hatiku bersyukur | Kau Tuhan yang terbaik

Sahabat NK yang terkasih, seberapa besar guncangan yang kita alami hari-hari ini? Jangan-jangan masalah kita belum ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang Fandy Kho alami. Mari lebih banyak bersyukur, cukuplah kasih karunia Tuhan bagi kita. Ijinkan Tuhan berkarya dalam kelemahan kita, bangkit sebab Tuhan sudah menyelesaikannya bagi kita. [WH]