Minggu, 22 April 2018

TIDAK MUDAH

“Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasai seluruhnya, supaya sesudah memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak”
(1 Korintus 9:27)

Saat SMA, setiap Mike Tyson bertanding tinju, saya berusaha untuk menontonnya. Bahkan, pernah di saat kuliah, hampir satu kelas tidak hadir (hanya dua orang mahasiswa yang tetap ikut mata kuliah) hanya untuk menyempatkan nonton Mike Tyson di kantin kampus. Tentu hal ini JANGAN DITIRU! Pertandingan itu hanya selesai beberapa menit, tapi konsekuensinya, kami tidak boleh masuk kelas lagi.

Tentu Mike Tyson yang memenangkan pertandingan-pertandingan yang diadakan bukan sekedar ikut asal-asalan. Ia pasti berlatih keras dan berjuang untuk kemenangan-kemenangan yang diraihnya. Bila kita menonton pertandingannya, ia tidak asal-asalan memukul. Walaupun lawannya memukul terus-menerus, ia menunggu saat yang tepat, dimana lawannya lengah dan ada peluang. Dengan hanya sedikit memukul tapi tepat sasaran, lawannya jatuh KO. Mike Tyson mungkin menerima banyak pukulan, tapi baginya tidak masalah, yang penting adalah pukulannya tepat mengenai sasaran.

Rintangan yang dihadapi Mike Tyson untuk memenangkan pertandingan dialami pula oleh kita dalam pelayanan. Banyak dari kita mungkin awalnya semangat untuk melayani, seperti soda yang dituangkan ke dalam gelas. Saat masuk dalam pelayanan, berbuih-buih dan begitu menghadapi ‘masalah’, mulai surut sodanya. Pekerjaan pelayanan hanya menjadi sesuatu yang manis di awal, tetapi kemudian seiring waktu menjadi mesin pemroses yang menyakitkan karena penuh onak dan tantangan.

Paulus mengingatkan kita, bahwa kita harus melatih ‘mental’ kita agar semakin dewasa dalam pelayanan, banyak rintangan, banyak tantangan, tapi itu semuanya bukan menjadikan kita surut, melainkan semakin diasah. Memang tidak mudah, Firman Tuhan mengatakan besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya. Bila kita bisa memenangkan setiap tantangan, bukan karena kuat gagah kita, tapi karena tujuan kita adalah Tuhan semata, sehingga pelayanan kita menjadi berkat bukan ‘berat’. [JA]