Minggu, 24 April 2016

MENCIPTAKAN NILAI

“Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.” (Amsal 22:29)

Marshall Sylver lahir di kota Michigan, di sebuah rumah yang tidak memiliki saluran air bersih, tidak ada listrik dan sering kali tidak ada makanan. Rumah pertama mereka digusur, rumah kedua mereka pun kemudian dijadikan kandang ayam. Dia pun menyadari bahwa keluarganya adalah keluarga yang paling miskin di lingkungan tersebut. Kini ia telah menjadi orang yang berhasil. Dalam salah satu buku yang ditulisnya, dia membagikan rahasia keberhasilan yang telah dia pelajari yaitu kebiasaan apa yang dilakukan orang sukses yang menjadikan mereka berhasil.

Ternyata rahasianya adalah hal yang sangat sederhana. Apakah sahabat NK ingat pepatah yang mengatakan bahwa ‘waktu adalah uang’? Tepat seperti yang telah biasa kita dengar, Marshall mengatakan bahwa orang-orang sukses harus menyingkirkan kegiatan yang dibayar rendah dalam kehidupannya.

Penjelasannya sangatlah sederhana. Orang mau membayar kita jika kita dapat memberikan nilai tambah bagi kehidupan mereka. Jika nilai yang kita berikan kecil maka harga yang akan dibayarkan juga kecil. Jika kita banyak menghabiskan waktu kita untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dibayar rendah artinya kita sedang mensiasiakan waktu kita dengan melakukan hal-hal yang bernilai kecil yang tidak akan berkontribusi banyak bagi keberhasilan kita dalam jangka waktu yang panjang.

Sahabat NK, bagaimana kita menggunakan waktu kita? Apakah kita sibuk melakukan pekerjaan yang bernilai rendah atau kita berfokus untuk selalu menghasilkan nilai yang besar dalam setiap waktu yang kita pergunakan? Apakah kita cakap dalam pekerjaan kita atau biasa-biasa saja atau bahkan kurang dari memadai? Ciptakanlah selalu nilai-nilai tambah yang berharga dalam kehidupan orang lain maka kita akan menjadi orang-orang yang berhasil. Orang-orang seperti inilah yang dirindukan banyak orang hadir dalam kehidupan mereka. [WT]

P1: Menurut saudara, mengapakah orang yang cakap dalam pekerjaanya akan berdiri dihadapan raja-raja?
P2: Bagaimana rencana saudara dalam memanfaatkan waktu yang ada agar dapat menciptakan nilai-nilai tambah yang berharga bagi orang lain?