Minggu, 6 Januari 2019

 

BERTEMU TUHAN DI “NERAKA”

“Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” (Yesaya 55:6)“Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” (Yesaya 55:6)

Dalam blog-nya, travel X, Jhon Erickson Ginting berkisah bahwa ia menemukan Tuhan justru pada saat ia berkelana ke “neraka” Afrika. Tempat yang sama sekali tidak ia duga akan mendapat jawaban atas pertanyaan yang selama ini ia tanyakan kepada Tuhan.

Jhon mengalami kejadian yang mengguncang hidupnya ketika dalam kurun waktu yang singkat, 3 tahun, ia harus kehilangan adik, bapak, dan paman-nya secara beruntun. Jhon menyalahkan Tuhan atas semua kehilangan itu. Itu menyebabkan Jhon meninggalkan kehidupan religiusnya dan mulai melakukan perjalanan ke tempat-tempat yang menyerempet maut.

Suatu kali Jhon melakukan perjalanan backpacker ke Rwanda. Negeri yang sempat jatuh dalam perang saudara yang cukup lama. Di sanalah Jhon kemudian bertemu dengan seorang wanita petugas Ntarama Genocide Memorial, tempat pemakaman bagi sekitar 5.000 korban genosida di kota Kigali. Sang wanita menjelaskan bagaimana dasyatnya perang saudara di Rwanda yang menyebabkan banyak korban. Suami menyaksikan istri dan anak dibunuh di depan matanya. anak menyaksikan ibu dan bapaknya ditembak dan banyak kejadian yang memilukan.

Sang wanita kemudian dengan berkaca-kaca menahan air mata berkisah bahwa ia pun kehilangan seluruh anggota keluarganya. Ia menyaksikan anak-anak, suami, ayah, ibu dan saudara-saudari kandungnya dibantai di depan matanya. Hanya ia yang bisa lolos dari pembantaian itu. Kejadian yang sudah cukup lama, tapi selalu menyisakan kesedihan ketika harus diceritakan kembali. 

Jhon pun bertanya “Apakah Anda dapat memaafkan sang pembantai keluarga?” Sang wanita berkata bahwa ia telah memaafkan semua pelaku. Jhon melanjutkan pertanyaannya “Apakah tidak ada benci yang tersisa di hati? Tidakkah engkau ingin membalas dendam?” Wanita itu menjawab dengan mantap “Tuhan sudah mengampuni mereka, maka aku pun akan mengampuni mereka”.

Dari titik itulah Jhon seolah mendapat jawaban atas pertanyaan yang selama ini ia tanyakan kepada Tuhan. Itu membuat hidupnya berubah. Ia tidak lagi berkelana ke tempat berbahaya, dan memilih kembali kepada Tuhan. [DMP]