Sabtu, 29 November 2014

MELAKUKAN BAGIAN MASING-MASING

“Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang.” (Amsal 24:14 )

Joko Widodo dan Basuki Cahaya Purnama menjadi dua sosok public figure – pemimpin penerobos yang mengispirasi banyak orang. Mereka memelopori pelayanan birokrasi yang unggul. Mereka tidak tinggal di kantor dan duduk di belakang meja. Jokowi turun memonitor langsung penanganan masalah yang dihadapi rakyatnya. Tidak mengenal waktu entah siang hari di bawah panas terik matahari maupun di dalam kegelapan dan keheningan malam tanpa pengawalan dan sorotan wartawan.

Dalam pelayanannya, mereka mengutamana transparansi dalam segala bidang pelayanan sehingga segala kebijakan yang diambil dan pelayanan kepada masyarakat dapat dilihat dan diakses pada situs-situs resmi pemerintah DKI Jakarta. Mereka memanfaatkan IT untuk pelayanan cepat dan unggul. Memang tugas utamanya sebagai birokrat – pejabat publik untuk melayani umum, dan mereka melakukan yang terbaik.

Mereka tipe orang yang mendahulukan kesejahteraan umum, bukan mengejar ambisi kekuasaan politis dan ketamakan materi. Jokowi-Ahok demikian panggilan akrabnya menjadi teladan kepemimpinan yang inspiratif. Semoga Indonesia memiliki lebih banyak pemimpin seperti mereka dalam segala bidang kehidupan. Namun sebenarnya di Perjanjian Baru prinsip-prinsip pelayanan dalam kepemimpinan (servant leadership style) sudah diajarkan dan dipraktekkan oleh Yesus dan para Rasul- murid-murid Yesus. Prinsip kepemimpinan ini melampaui etnisitas dan bersifat universal.

Sahabat NK, seorang pemimpin mengambil keputusan yang tepat di saat yang tepat dan menjawab permasalahan yang sedang dihadapi. Prinsip para diaken dalam pelayanan mereka melakukan yang terbaik yang menjadi bagiannya dan mengijinkan Tuhan melakukan yang selebihnya. Bagaimana dengan hidup dan pelayanan Anda sendiri? Apakah Anda sudah penuh iman dan penuh hikmat? [YS]

Yeremia 43-44

Pasal 43, Semua nubuatan Yeremia digenapi oleh Tuhan, namun umat Tuhan menganggapnya nabi palsu. Meskipun itu kenyataan, tetapi mereka tidak mempercayainya. Itu menunjukkan bahwa satu-satunya tempat yang aman bagi kita adalah berada dalam kehendak Tuhan. Pasal 44; Bagaimana Tuhan menuntun mereka ke tempat yang dikehendaki-Nya untuk memberkati mereka. Karena Ia mampu mengubah hati mereka yang mau taat kepada-Nya.