Selasa, 23 April 2019

 

ENDING YANG TAK TERDUGA

Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1 Korintus 2:9)

Suatu saat saya menonton sebuah film Hollywood bergenre action drama yang saya sukai. Dalam film tersebut, menurut saya, plot alur filmnya berbeda dengan film-film lainnya dengan jalur cerita yang itu-itu saja. Dalam film ini, sang penulis skenario berhasil mengarahkan penonton untuk menebak-nebak seperti apa akhir dari cerita film tersebut. Hal seperti ini yang biasanya membuat penonton semakin penasaran dan menanti-nantikan bagian akhirnya.

Saat bagian terakhir dalam film tersebut tiba, ternyata bagian akhir dari film tersebut tidak sesuai dengan dugaan saya, bahkan saya cukup kaget bahwa bagian akhirnya harus seperti itu. Sebuah ending yang jauh dari ending film kebanyakan. Dan sebenarnya, itu bukan akhir film yang saya inginkan. Tapi bukan berarti saya menjadi kecewa pada sang penulis skenarionya. Karena saya yakin, baginya, itulah bagian akhir yang terbaik untuk semua peran yang ada di film tersebut.

Sama seperti hidup kita, kita ada dalam sebuah ‘film’ di mana Tuhanlah penulis skenarionya, sementara kita adalah pemeran utamanya. Seorang pemeran tidak menentukan bagian akhir yang ia inginkan sendiri. Karena ia hanyalah pemeran yang tugasnya bermain sesuai skenario yang ada. Dan apa yang kita tahu tentang film yang kita mainkan ini, hanya ada dalam sudut pandang kita sendiri. Meskipun mungkin bagian akhir yang ditentukan oleh penulis skenario tidak kita sukai, tapi percayalah, itulah yang terbaik untuk kita.

Apa yang sedang kita alami hari-hari ini? Masalah? Konflik? Luka masa lalu yang belum pulih? Ketidakjelasan akan masa depan? Saat kita merasa kita sudah menemukan jalan buntu, ingatlah bahwa Tuhan sumber segala hikmat sanggup membelokkan jalan buntu kita kepada jalan keluar atas setiap masalah kita. Yang perlu kita lakukan adalah meminta hikmat-Nya dan Ia akan menolong kita melakukan hal-hal yang sesuai dengan kehendak Tuhan. [JN]