Tepergok Saat Berada di Atas Genting, Maling Tewas Dihajar Massa

0924368-mayat-780x390

Seorang buruh bernama Jumrianto (24) tewas dihajar massa setelah tepergok warga hendak mencuri di rumah warga jalan Kancil, Kelurahan Anduonuhu, Kecamatan Poasia, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Korban yang merupakan warga Kelurahan Kampung Sallo, Kota Kendari, dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara oleh polisi karena tak sadarkan diri. Jumrianto sempat mendapat perawatan di ruangan UGD rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong akibat luka cukup serius di bagian kepala dan wajahnya.

Kapolres Kendari, AKBP Ilham Saparona, menjelaskan, kejadian itu berawal saat warga melihat korban tengah berada di atas atap rumah warga. Lantaran ketahuan, Jumrianto melompat dari atap rumah, kemudian melarikan diri ke rawa-rawa setelah dikejar warga.

“Kejadiannya kemarin sore pukul 19.00 Wita di komplek BTN jalan kancil, warga melihat tersangka keluar dari rawa dengan kondisi pakaian yang sudah basah. Warga yang melihat kembali mengejar tersangka dan berhasil ditangkap, lalu warga melakukan pemukulan,” ujar Ilham di Mapolres Kendari, Rabu (27/5/2015).

Selanjutnya, warga mengamankan Jumrianto di pos ronda jalan Kancil. Tak lama kemudian, petugas dari Polsek Poasia mengevakuasi dan mengamankan tersangka di Mapolsek Poasia.

“Karena kondisinya cukup parah, pukul 22.00 Wita petugas membawa tersangka ke rumah sakit Bhayangkara. Namun pada pukul 00.30, Jumrianto meniggal,” ungkap Ilham.

Dokter jaga Rumah Sakit Bhayangkara Kendari, dr Hari Setiawan, mengatakan, petugas medis sempat memberi infus kepada korban dan obat lainnya.

“Namun karena Jumrianto banyak mengeluarkan darah akibat luka di kepala dan wajahnya ia akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya,” katanya.

Ibu korban, Ingkawu, mengaku kaget setelah mendapat kabar tentang kematian anaknya dari tetangganya.

“Sudah dua bulan anakku minta izin mau kerja, tapi tidak tahu kerja di mana,” ujarnya sedih di rumah sakit.

Penulis : Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati
Editor : Caroline Damanik
Sumber : Kompas